Metode Pelaksanaan Waterproofing Coating Untuk Pencegahan Bocor Pada Beton

Sesuai dengan judul di atas, disini saya akan menjelaskan bagaimana Metode Pelaksanaan Waterproofing Coating Untuk Pencegahan Bocor Pada Beton.

Sebelum itu, saya akan menjelaskan lebih dulu apa itu waterproofing coating. Waterproofing Coating merupakan salah satu jenis pekerjaan pelapisan permukaan untuk mencegah terjadinya kebocoran pada area tertentu, terutama pada beton.

Selain itu dengan adanya waterproofing maka suatu bangunan akan terlindung dari rembesan. Material ini menggunakan polimer berbentuk bahan cat untuk menutup permukaan struktur yang dilindungi. Bukannya hanya beton, waterproofing coating juga bisa digunakan untuk perlindungan untuk dinding, bak, tanki, dan juga dipergunakan untuk perlindungan terhadap permukaan kayu.

Melihat kegunaan waterproofing coating untuk pekerjaan pelapisan anti bocor pada permukaan beton, maka material yang digunakan adalah slurry atau liquid dengan sistem aplikasi yang menggunakan kuas atau roller coating.

Dan perlu ditekankan bahwa jenis waterproofing ini bukanlah jenis material seperti dipersepsikan pada umumnya, secara garis besar “coating” adalah sebuah lapisan (dalam hal ini lapisan waterproofing).

 

Metode Pelaksanaan Waterproofing Coating Untuk Beton Bocor

metode-pelaksanaan-waterproofing-coating-untuk-pencegahan-bocor-pada-beton

Sebelum melaksanakan pekerjaan waterproofing coating, maka:

  1. Pekerja wajib mengadakan pemeriksaan dilapangan, agar mendapat gambaran seberapa luas yang akan dilapisi bahan waterproofing.
  2. Pekerja harus melihat bahan waterproofing coating. Contoh-contoh bahan yang disertai brosur yang memuat data teknis dan cara pemasangan.
  3. Menyiapkan alat bantu, antara lain: sikat kawat, kape scrabe, pahan beton, kuas, roll, ember, air, dll.

Beberapa jenis material waterproofing coating, diantaranya:

  1. Cementious Coating
  2. Acrylic Based
  3. Polyurethane Rubber
  4. Bitumen Based
  5. Polyurea
  6. Dll

Melihat banyaknya material, disini ditekankan bahwa jenis material masih terdapat beberapa karakteristik yang berbeda (tergantung merk dan inovasi pabrikan).

 

Pengaplikasiannya bisa dilakukan dalam beberapa metode, diantaranya:

  1. Menggunakan kuas atau roll
  2. Menggunakan trowel, roskan atau spatula
  3. Menggunakan mesin spray (ariless atau aircompress)

 

Setelah mempersiapkan berbagai material dan bahan, maka dibawah ini adalah metode pelaksanaan pekerjaan waterproofing coating.

  1. Pekerjaan waterproofing dilakukan dapat dilakukan sebelum permukaannya di finish. Atau sudah dibersihkan dari kotoran dan debu.
  2. Membuat pinggulan pada bagian tertentu seperti permukaan lantai dengan dinding dan di plester atau di aci pada bagian dinding yang naik ± 20 cm.
  3. Tutup bagian yang berlubang dan membuat lapisan pada bagian yang tidak sama tinggi.
  4. Cek permukaan lantai dan dinding secara keseluruhan. Jika terdapat lumpur, lumut, minyak, oli dan lain-lain segera bersihkan.
  5. Semua instalasi pipa harus sudah terpasang dan diproteksi (grouting).
  6. Kikis permukaan lantai dan dinding yang terlihat keropos dengan pahan beton atau kape scrabe.
  7. Bersihkan dan cuci permukaan dengan sikat kawat dan air bersih.
  8. Pekerjaan waterproofing bisa segera dilakukan dengan kuas atau roll.
  9. Setelah diberi lapisan pertama, berikan lapisan kain kassa dan lapisi kembali dengan waterproofing coating.
  10. Ketinggian waterproofing coating untuk area dinding minimal 20 cm dari permukaan lantai.
  11. Sesudah pelaksanaan waterproofing coanting selesai, biarkan selama 1 hari, setelah itu baru dilakukan tes rendam dengan menggunakan air selama 1 hari.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*