Tata Kelola Gedung Perkantoran Hemat Energi Ini Wajib Jadi Inspirasi

Tata Kelola Gedung Perkantoran Hemat Energi

Sebagai ibukota dari sebuah negara berkembang, Jakarta memiliki jumlah gedung yang sangat luar biasa. Menurut data yang disajikan The Skyscrapper Center, sebuah situs yang berisi data mengenai gedung-gedung tinggi dunia, Jakarta menduduki posisi ke 7 sebagai negara dengan jumlah gedung tinggi terbanyak di dunia dengan 382 gedung.

Hal ini menunjukkan betapa basahnya lahan usaha di bidang kontraktor bangunan di Indonesia, khususnya di Jakarta. Maka tidaklah mengherankan, jika Jakarta kian dipadati oleh gedung beraneka desain dan fungsi. Jenis-jenis gedung yang banyak dibangun di Indonesia adalah gedung perkantoran.

Fitur Hemat Energi Pada Ruang Kantor

Tingginya konsumsi energi di gedung perkantoran juga harus menjadi perhatian pengembang dalam tata kelola gedungnya. Hal ini dikarenakan sudah kian maraknya isu pemanasan global dan perubahan iklim yang digaung-gaungkan di seluruh dunia. Kita mengenal Earth Day dimana setiap kota diminta mematikan listrik selama satu jam untuk menghemat energi dan membantu mengurangi pemanasan global.

Namun sesungguhnya, aksi yang berarti adalah sebuah tindakan yang dapat dilakukan konsisten setiap harinya. Oleh karena itu, tata kelola gedung perkantoran yang baik dalam rangka penghematan energi harus direncanakan sejak awal oleh kontraktor bangunan.  Karena penghematan energi dapat dicapai dengan perancangan desain gedung dan interior yang lebih eco-friendly (ramah lingkungan).

 eco-friendly

Beberapa contoh yang dapat dilakukan dalam tata kelola gedung perkantoran untuk menghemat energi di antararanya adalah:

1. Pembangunan desain langit-langit yang lebh tinggi, disertai pengaturan ruang dan partisi serta jendela dalam rangka memaksimalkan cahaya alami dari matahari.

2. Penggunaan AC hemat energi, dengan VRV (Variable Refrigerant Volume)multi spilit system yang akan mampu menghemat energi. Tidak tanggung-tanggung hingga 30-40%.

3. Pengunaan lampu hemat energi yang memiliki sensor okupansi serta pengontrol cahaya.

4. Penggunaan material bangunan dan interior yang lebih ramah lingkungan seperti bahan lantai alami (terbuat dari kayu atau bambu alami)

5. Menggunakan cat dinding yang rendah kandungan volatile organic compound (VOC) yang lebih ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan.

Peranan Kontraktor Dalam Tata Kelola Gedung Hemat Energi

Kesadaran untuk membangun lingkungan kerja yang ramah lingkungan dan hemat energi, harus dapat direalisasikan oleh kontraktor bangunan. Kontraktor memegang peranan sangat penting dalam membuat berbagai keputusan dalam pembangunan sebuah gedung.

Dalam pembangunannya, fitur-fitur yang digunakan pada gedung kantor hemat energi haruslah menyeluruh. Dalam artian, mulai dari rancangan gedung, material yang digunakan, desain interior ruangan, hingga berbagai sistem operasional dan teknologi yang hemat energi.

Dengan kian meningkatkan kesadaran untuk peduli akan lingkungan. Berbagai perusahaan kelengkapan interior dan material bangunan pun sudah banyak memproduksi produk yang lebih ramah lingkungan. Sehingga dengan demikian, demi kebaikan bersama, tata kelola gedung perkantoran yang hemat energi, bukan lagi menjadi sekadar pilihan, namun harus diutamakan.